Optimal di Bulan Ramadhan

by | Kecerdasan Spiritual

setiap tahun, semua umat muslim di seluruh penjuru dunia menantikan datangnya bulan ramadan, bulan kesembilan dalam kalender hijriyah yang diyakini sebagai bulan yang penuh rahmat, berkah, dan ampunan. Kenapa bulan ramadan begitu istimewa?

Berpuasa di bulan ramadan adalah hadiah bagi orang-orang yang beriman. Coba perhatikan ayat berikut ini:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (Q.S. 2: 183)

 

Kalau kita membaca ayat ini lebih teliti, kita akan sadar bahwa obyek yang disebut dalam ayat ini berbeda dengan obyek lain, misalnya di ayat berikut ini:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku (Q.S. 51:56).

 

Jadi, beruntunglah orang-orang yang hatinya tergerak untuk berpuasa di bulan ramadan, perintah ini hanya ditujukan kepada orang-orang yang beriman agar menjadi hamba yang bertakwa, memang bukan untuk semua orang.

 

Puasa Kok Berat Badan Malah Nambah?

Kebetulan, sekarang kita telah memasuki 10 hari terakhir di bulan ramadan dan dalam beberapa hari ke depan, hidup akan kembali ‘normal’ seperti sedia kala. Kita akan kembali makan dan minum di siang hari serta segala macam hiruk-pikuk duniawi.

Selama berpuasa, ada satu hal yang cukup ironis namun benar-benar terjadi pada banyak orang. Di saat berpuasa yang tidak diperbolehkan untuk makan dan minum sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari, kurang lebih 14 jam, malah ada begitu banyak orang yang berat badannya bertambah di bulan ramadan, kok bisa?

Ternyata, para pakar kesehatan menemukan bahwa tubuh kita memproduksi hormon pertumbuhan bernama somatropin ketika sedang berpuasa. Inilah yang membuat berat badan cenderung meningkat meskipun jumlah kalori yang kita konsumsi sama. Hormon ini bekerja seperti turbo pada mesin mobil yang mempercepat proses pertumbuhan. Dengan tubuh memperoleh hadiah berupa hormon pertumbuhan yang luar biasa, bagaimana dengan jiwa kita? Apakah jiwa kita juga ikut bertumbuh selama berpuasa?

 

Puasa Netralkan Lahir dan Batin

Pada hakikatnya, puasa adalah ibadah yang bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan dan ketakwaan adalah atribut jiwa. Jadi, seharusnya kita lebih berfokus pada pertumbuhan jiwa, bukan sekadar menahan lapar dan dahaga sehingga nantinya bisa meraih kemenangan pada hari raya.

Konon, 10 hari terakhir di bulan ramadan adalah periode paling krusial untuk mengoptimalkan ibadah. Malam lailatul qadar yang lebih mulia ketimbang 1000 bulan ada pada rentang waktu ini.So, mumpung masih punya waktu, mari optimalkan 10 hari terakhir ini dengan sebaik mungkin untuk memperkuat jiwa agar menjadi hamba yang lebih bertakwa. Semoga, bukan hanya raga kita yang bertumbuh tetapi jiwa kita pun turut bertumbuh menjadi jiwa yang lebih sabar, pemaaf, dan tawakal.

Selamat beribadah, semoga Allah meridhai ibadah kita dan menjadikan kita hamba yang lebih bertakwa.

Be Grateful!

 

Wildan Karim

Penulis Buku Ubah Reaktif Menjadi Kreatif

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *