Makan Enak Tapi Nggak Enak!

by | Kecerdasan Spiritual

Hai Sobat gratefulheart.id! Pernah kah anda makan sesuatu yang aslinya enak banget, tapi rasanya hambar! mungkin karena anda sedang sakit, atau sedang terburu-buru, atau sedang dalam keadaan tertekan. Ternyata rasa nikmat dari makanan hanya akan bisa kita rasakan saat pikiran kita secara sadar mampu memproses rasa nikmat tersebut. Tapi jika makan dengan terburu-buru pikiran kita tidak sempat memproses rasa nikmat tersebut karena pikiran kita fokus pada hal lain. Pernahkah anda membayangkan jika anda menjadi seorang Elite atau Eksekutif yang kesehariannya dipenuhi dengan jadwal yang padat. Mungkin ada akan makan di tempat-tempat mewah dan elegan, tidur di kasur-kasur empuk hotel berbintang, dan naik kendaraan yang Ekslusif. Tapi terkadang saking sibuknya pikiran kita dengan berbagai jadwal yang ada, kita sampai tidak sadar bahwa ada santapan yang sangat nikmat di hadapan kita. Kita tidak sadar ada kendaraan yang sangat nyaman selalu menghantarkan kita kemanapun. Kita tidak sadar bahwa ada tempat beristirahat yang sangat nyaman tersedia untuk kita.

Sampai sini paham kan?

Bersyukur adalah tentang membangkitkan kesadaran pikiran kita, terhadap hal-hal yang positif di sekitar kita. Bersyukur adalah tentang menyadari karunia-Nya yang bertubi-tubi menghujani kita, tanpa kita sadari. Bagi seorang pekerja biasa, yang biasa makan di warteg, mungkin sesekali makan di restoran mewah bersama keluarganya, akan menjadi saat-saat berharga baginya. Dia akan sangat menikmati setiap suap dari makanan yang ia pesan. Karena ia telah bersusah payah mengumpulkan sebagian penghasilannya untuk bisa membahagiakan keluarganya dengan menyantap makanan di restoran. Berbeda dengan seorang eksekutif yang sudah terbiasa makan di restoran mewah, mungkin ada saja hal-hal kecil yang dia komplain.

Saya pribadi beberapa kali mendapati pengalaman yang serupa, ada kalanya hati dan pikiran ini tidak karuan meskipun saya sedang makan bersama di restoran yang mewah ataupun hotel yang nyaman. Pikiran saya tidak bisa memproses kenikmatan tersebut, karena saya terus menerus berfokus pada tugas-tugas yang harus saya kerjakan dan berbagai hal yang harus saya persiapkan untuk esok hari. Di saat menaiki mobil yang paling mewah pun, saya masih harus menjawab panggilan telepon dan melakukan conference meeting. Sehingga tak ada rasa kenikmatan/kepuasan sama sekali. Sebaliknya saya pernah mendapati kepuasan dari hal-hal sederhana, misalnya makan soto di akhir pekan. Ada kalanya saya sengaja mengosongkan jadwal untuk sekedar membuat rencana-rencana sederhana seperti: “Makan Soto”. Bahkan saya bisa menikmati secara sadar nikmatnya setiap suapan soto yang saya santap sampai puas dan tah henti-hentinya mengucap syukur. Dari situ, saya menyadari, kenikmatan yang sejati adalah membebaskan pikiran kita dari tekanan, dari pikiran-pikiran negatif, kesibukan, dan kekhawatiran. Dengan begitu, pikiran kita akan dapat memproses setiap karunia yang telah diberikan Yang Maha Kuasa kepada kita. Sejatinya Karunia yang kita terima sangatlah banyak, tapi kira jarang menyadari dan kita jarang bersyukur.

So Guys! Tetap Positif & Be Grateful yaa!

2 Comments

  1. Annisa Nadhira

    Terimakasih untuk pesan singkat ini. Bismillah selalu berpikir positif dan bersyukur untuk apa yang kita miliki.

    Reply
    • admin

      Terimakasih kembali kak! Be Grateful!

      Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *