Mengapa Kita Harus Bersyukur? #4 Menghadapi Masalah Besar

by | Kecerdasan Spiritual

Yo yo yo yo Guys! Pernahkah kamu ngalamin masalah besar dihidup? Sebesar apa sih masalah yang kamu alami? Di kala pandemi ini, banyak orang yang tiba-tiba merasa hidupnya terhimpit, terjepit, bahkan depresi. Ada kisah pengusaha food & beverages yang terpaksa harus menutup puluhan bahkan ratusan cabangnya di berbagai daerah. Ada juga kisah para pengemudi ojol yang sepi orderan sehingga pendapatannya jauh berkurang, padahal kebutuhan mereka tetap. Bahkan ada yang sampai menggadaikan barang-barangnya demi bisa membeli susu untuk anaknya. Lalu bagaimana denganmu? Apakah kondisimu lebih baik atau lebih buruk dari mereka? Kalau lebih baik, rasanya belum layak sepertinya kita mengeluh. Ya kan? Kalau di posisi kita yang lebih baik dari mereka saja kita mengeluh, bagaimana kalau kita diposisi mereka?

Setiap Orang Mengalami Masalah Besar

Guys, setiap orang pasti punya masalah dan setiap orang pasi pernah mengalami masalah besar, pelik, rumit dalam hidupnya. Namun setiap orang berbeda-beda kondisi dan sikapnya dalam menghadapi masalah tersebut. Ada orang yang tetap tegar, sabar, dan tabah tanpa harus mengeluh. Ada yang mudah sekali mengeluh, curhat kesana kemari, karena dia merasa tak sanggup menghadapi masalahnya. Apa pula yang terus menerus berusaha lari dari masalah yang dihadapinya. Bahkan ada pula yang depresi, sampai-sampai menjerumuskan diri ke hal-hal negatif seperti mabuk-mabukan dan mengkonsumsi obat-obatan terlarang. Yang paling buruk adalah ada yang sampai bunuh diri! Kawan, ini kisah nyata, banyak tokoh-tokoh terkenal, yang diidolakan banyak orang mati karena overdosis pemakaian obat-obatan terlarang dan ada yang ditemukan mati bunuh diri. Sebut saja Elvis Presley, Jim Hendrix, Kurt Cobain, dan Chester Bennington. Mereka saja yang hidup bergelimang harta dan popularitas mengalami masalah berat dalam hidupnya bahkan sampai depresi.

Harta dan Popularitas tak Menjamin Bahagia

Ternyata memiliki banyak harta dan popularitas pun tak menjamin kebahagiaan seseorang. Kita mesti memiliki daya tahan mental, kesehatan jiwa dan mental dalam menghadapi setiap masalah dan ujian dalam kehidupan. Perlu kita sadari, hidup ini dipenuhi dengan masalah, selama kita masih hidup di dunia, masalah itu niscaya akan selalu datang menghampiri. Masalah datang dan pergi silih berganti. Yang perlu kita persiapkan adalah diri kita, mental kita, dan jiwa kita. Apakah kita siap menghadapi berbagai permasalahan tersebut? Ataukah kita justru memiliki mental lemah yang mudah rapuh ketika diterpa badai masalah. Untuk bisa menjadi pribadi yang tegar, mental kita mesti dilatih. Menumbuhkan sikap optimisme, pikiran yang positif, dan senantiasa bersyukur dalam segala kondisi. Itu yang mesti kita bangun. Tahan lisanmu dari mengeluh, mengeluh akan menyedot energi cakra-mu. Tetap tenang ketika menghadapi masalah apapun, sebesar apapun, Ingat! Allah tidak akan memberikan cobaan melebihi batas kemampuan hamba-Nya. Jadi jika engkau ditimpa sebuah masalah, makan yakinlah engkau juga diberikan karunia kekuatan dan kesabaran yang  lebih besar untuk menghadapi masalah tersebut.

Selain itu sebesar apapun, sepelik apapun permasalahan yang kita hadapi. Allah secara kontinyu tetap memberikan penghidupan yang layak bagi kita semua. Artinya kita masih diberikan kesehatan, udara yang segar, lingkungan yang aman, dan banyak hal lainnya. So, semestinya kita tetap harus bersyukur atas segala karunia tersebut. Jangan sampai gara-gara satu masalah, kita jadi melupakan semua karunia Allah yang lain. Bagaimanapun karunia yang Allah berikan jauh lebih banyak dari masalah atau ujian yang kita hadapi.

 

So, sudah siap untuk taklukan masalah besarmu?

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *