Mengapa Kita Harus Bersyukur? #3 Penelitian tentang Kejiwaan

by | Kecerdasan Spiritual

Guys! Kamu tahu ga sih? Banyak mengeluh mengakibatkan dampak buruk terhadap diri kita baik fisik maupun kejiwaan. Menurut Tara Pysano seorang Psikolog dari Brisbane rata-rata orang mengeluh 15-30 kali dalam sehari. Ia menerangkan bahwa mengeluh dapat mempengaruhi mood seseorang, dan mood orang-orang yang mendengarkan keluhannya. Tak hanya itu mengeluh bahkan memberikan dampak buruk kepada otak dan kesehatan.

Mengeluh Memperkecil ukuran Otak

Riset dari Stanford University menemukan bahwa mengeluh dapat memperkecil ukuran hippocampus, yang berfungsi sebagai penyimpanan memori dan problem solving. Dalam penelitian tersebut mengeluh atau mendengarkan keluhan orang lain selama 30 menit dapat mengakibatkan kerusakan fisik pada otak kita. Steven Parton mengemukakan sebuah teori mengenai Saraf “Synapses that fire together wire together” Artinya setiap sinaps saraf kita saling terhubung satu sama lain. Jika kita memberikan sinyal negatif pada salah satu saraf kita, terutama otak sebagai pusat pengendali saraf. Maka seluruh bagian tubuh kita akan ikut bereaksi negatif juga. Maka tak jarang kita perhatikan postur tubuh orang yang suka mengeluh nampak loyo dan tak bertenaga. Semakin sering mengeluh, semakin kita kehilangan kontrol terhadap diri kita.

Mengeluh Melemahkan Imun Tubuh

Dalam penelitannya Parton juga mengemukakan bahwa terlalu banyak mengeluh dapat melemahkan sistem imun (daya tahan) tubuh, meningkatkan tekanan darah, meningkatkan risiko penyakit jantung, obesitas, dan diabetes. Penyebabnya adalah hormon stress kortisol. Ketiga anda mulai melepaskan hormon tersebut kemampuan berpikir dan mengingat anda akan menurun, semakin tinggi kadar hormon stress kortisol dalam tubuh anda dapat menurunkan fungsi kekebalan tubuh, kepadatan tulang, dan meningkatkan risiko berbagai penyakit. Sebuah studi yang diterbitkan Archives of General Psychiatry menemukan bahwa rata-rata, orang-orang yang hidup optimis cenderung hidup lebih lama daripada yang pesimis. Orang yang optimis ditemukan memiliki risiko kematian 55% lebih rendah di semua penyebab dan 23% lebih kecil kemungkinannya meninggal karena penyakit jantung.

 

So, Guys! Tentukan pilihanmu? Apakah mau jadi orang yang suka mengeluh? Atau menjadi orang yang pandai bersyukur?

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *