Karunia Sang Maha Kaya Tak Pernah Habis

by | Kecerdasan Spiritual

Hello Sobat Gratefulheart.id! Pernahkan kita menghitung-hitung Nikmat dan karunia yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa kepada kita? Mungkin jutaan, dan kita tak akan pernah bisa menghitung semua nikmat tersebut, ibarat menghitung banyaknya bintang di langit. Meskipun demikian berusaha menghitung karunia-Nya yang bisa kita rasakan dapat membuat hati kita lebih bersyukur. Misalnya saja, saat kita menyeruput kopi, kita menghayati dan meresapi setiap pait dan manisnya kopi yang menempel pada lidah. Tanpa adanya rasa syukur, kopi ini akan terasa hambar, dan hanya akan berlalu begitu saja. Atau pada saat kita menghirup sejuknya udara pagi, kita resapi setiap tarikan dan embusan napas dengan bersyukur, betapa melimpahnya oksigen yang ada disekitar kita. Dengan membiasakan seperti itu, kita akan menyadari bahwa nikmat dan karunia Sang Maha Kuasa tidak akan ada habisnya. Banyak sekali hal yang bisa kita syukuri setiap harinya.

Mindset Selalu Bersyukur

Mindset selalu bersyukur adalah sebuah senjata yang sangat mahal. Ilmu yang sangat tinggi, dan perlu proses panjang untuk menguasainya. Namun orang-orang dengan kemampuan ini akan dengan mudah mengesampingkan persoalan yang dihadapinya dengan hal-hal positif di sekitarnya. Saya akan berikan sebuah ilustrasi.

Bayangkan suatu pagi kita sedang bekerja di kantor, dengan segelas kopi di atas meja kita, dan beberapa dokumen yang perlu kita selesaikan. Namun tiba-tiba atasan kita datang membanting beberapa dokumen di meja kita sambil membentak. Selama 15 menit atasan tersebut meluapkan kemarahannya kepada kita, karena ada beberapa dokumen yang salah. Padahal sebenarnya hanya butuh waktu 1 menit untuk memberi tahu kita bahwa ada kekeliruan pada dokumen tersebut, dan hanya butuh waktu 2 menit untuk memperbaikinya. Namun itulah manusia, kita tidak bisa mengendalikan semuanya, terutama yang berhubungan dengan emosi. Setelah mengalami kejadian tersebut, sebagian orang akan mengalami bad mood seharian. Ia lupa ada kopi hangat yang ada di mejanya, yang ia tinggalkan hingga dingin. Dari pagi hingga malam ia akan terus menerus mengingat peristiwa buruk tersebut, dan menganggap bahwa ini adalah hari buruk baginya. Bahkan ada beberapa orang yang terus menerus mengingat hal tersebut sampai beberapa pekan, ia terus menerus dihantui perasaan buruk terhadap atasannya tersebut.

 

Proses Mencapai Kematangan Spiritual

Seseorang dengan mindset selalu bersyukur, dia akan selalu berusaha melihat sisi positif disekitarnya. Dalam waktu 5 menit dia bisa melupakan kemarahan atasannya, dia bisa kembali menikmati kopi di mejanya, dan dia dapat melanjutkan harinya tanpa ada perubahaan mood seolah-olah tidak ada peristiwa buruk yang terjadi. Ia memahami ada 24 jam dalam sehari yang harus ia syukuri, jika hanya karena 15 menit peristiwa buruk membuat seluruh harinya menjadi buruk, maka sesungguhnya itu sangat sia-sia. Ia juga seorang yang pemaaf, bahkan ia menjadikan teguran atasan tersebut menjadi motivasi untuk dia, dia juga berusaha mengingat kebaikan-kebaikan atasannya di hari-hari sebelumya, sehingga tidak layak jika dia menaruh rasa kesal terhadap atasannya tersebut. Dia tidak akan membiarkan lingkungan sekitarnya mempengaruhi dirinya, dia akan tetap stay calm & stay positive.

Memang tidaklah mudah membentuk mindset selalu bersyukur diperlukan proses latihan yang panjang. Namun ini adalah salah satu bekal Spiritual intelligence yang perlu kita miliki, juga salah satu proses pendewasaan diri menuju pribadi yang matang. Seseorang diharapkan mencapai kematangan spiritual di usia 40 tahun, untuk menuju kesana kita tidak bisa hanya mengembangkan kemampuan teknis dan softskill saja. Tapi aspek kecerdasan spiritual juga menjadi aspek utama yang harus kita asah. Sehebat apapun kemampuan teknis dan softskill kita, tanpa diimbangi kecerdasan spiritual kita hanya akan menjadi seorang penggerutu dan pribadi yang mudah mengeluh. Bahkan kemampuan teknis yang terlalu tinggi, dengan kecerdasan spiritual yang rendah, dapat mendorong seseorang untuk melakukan tindakan-tindakan kejahatan seperti fraud, corruption, & deception.

 

So Guys, sudah siapkah membentuk Mindset selalu beryukur?

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *