Aduh! Ban Meletus!

by | Kecerdasan Spiritual

Ban Meletus

Suatu hari saya mengendarai mobil untuk urusan pekerjaan bersama seorang teman. Kami melaju dengan cukup kencang di fly over Pangeran Antasari Jakarta Selatan. Tiba-tiba saya merasakan mobil kami sedikit oleng! Duh jangan-jangan pecah ban! untungnya saya masih sempat mengendalikan mobil, tidak panik dan berhasil menepikan mobil. Tapi yang jadi masalah adalah, kami berada di jalan layang yang cukup sempit, dan setiap mobil yang melaju pasti dengan kecepatan tinggi. Benar saja kondisi ban kanan belakang kami koyak, dan tidak memungkinkan lagi untuk melaju, kami berada ditengah-tengah jalan layang yang hampir sama dengan jalan tol. Satu-satunya jalan keluar kami harus mengganti ban dengan ban serep dan membawanya ke bengkel terdekat. Kamipun memutuskan membagi tugas, rekan saya mengganti ban serep, sedangkan saya berjaga di belakang sambil memasang segitiga pengaman supaya mobil-mobil mengurangi kecepatannya dan berhati-hati karena kami sedang ada kondisi Emergency. Rekan saya bukan montir yang handal, tapi rupanya The Power of Kepepet nya dia bisa menyelesaikan tugasnya mengganti ban dengan baik, meskipun dengan kondisi ekstrim yaitu mobil-mobil yang melintas didekatnya. Fyuh kami selamat! Eh tapi, kok ban serepnya juga ga ada anginnya? alias gemboss! Ini pelajaran juga buat kami, lain kali kalau mau jalan cek dulu ban serepnya dalam kondisi siap tempur atau nggak. Mau tidak mau kami tetap melaju menggunakan ban serep yang kempes. Saya tidak berani melaju dengan kecepatan tinggi, jadi hanya bergerak merayap dengan kecepatan rendah, dan membiarkan mobil-mobil lain melewati mobil kami. Perasaan dag-dig-dug dan kuatir ban serep ini tidak dapat bertahan sampai akhir membuat kami gelisah, tapi bagaimana lagi? Ini satu-satunya cara supaya kami bisa melanjutkan perjalanan. Kami memutuskan untuk mencari tempat pemberhentian terdekat untuk memarkirkan mobil dan menelepon bengkel terdekat. Di ujung jalan layang, seperti biasa, macet, penuh sesak. Kami tetap berusaha tenang dan mencari lokasi terbaik untuk memarkirkan mobil. Akhirnya kami berhasil menuju jalan dharmawangsa dan memarkirkan mobil. Kami menelepon bengkel dan meninggalkan mobil. Lalu kamipun melanjutkan perjalanan menggunakan taksi. Fyuh! Memang hari yang melelahkan, tapi kami bersyukur ditengah kesulitan yang kami hadapi ada kekuatan dan pertolongan yang datang menghampiri kami sehingga kami masih bisa menemukan solusi dan kami selamat tidak celaka. Seandainya pada saat ban meletus mobil kami oleng hingga jatuh atau bahkan terguling, saya tidak tahu lagi apakah saya masih bisa menceritakan kejadian ini atau tidak.

 

Motor Hampir Tergelincir

Waktu jadi mahasiswa tingkat akhir, kebiasaan saya menghabiskan akhir pekan di rumah. Lalu hari senin dini hari saya berangkat naik motor ke kampus saya di Jogja. Jarak tempuh dari rumah ke Jogja naik motor sekitar 50 menit. Motor saya adalah Yamaha Jupiter MX yang dulu sempat jadi icon karena diiklankan langsung oleh Valentino Rossi bersama Komeng. Mungkin karena termakan iklan juga, saya gemar memacu motor saya dengan kecepatan tinggi bak pembalap jalanan. Meskipun melaju dengan kencang saya tetap penuh perhitungan, saya tidak asal motong atau asal nyalip sehingga membahayakan orang lain. Saya tetap menjadi pengendara yang sopan. Namun ternyata di jalanan, kita tidak selalu bisa aman meskipun sudah berperilaku sopan. Terkadang ada hal tak terduga terjadi. Ada faktor-faktor eksternal yang menjadi penyebab bahaya terjadi. Misalnya emak-emak lampu sen ke kiri belok kekanan. Nah Saya ingat betul pernah suatu kali, saat saya melaju kencang di lintasan lurus yang relatif sepi. Saya tak begitu “ngeh” diujung depan ada motor yang bergerak dari tepi kiri, memotong ke sisi kanan (menyeberang) dengan kecepatan rendah. Meskipun jarak cukup jauh tapi karena motor saya melaju kencang, saya bisa saja menabraknya. Karena saya kaget, dan untung saya masih sempat reflek, saya menekan kedua rem saya cukup dalam, hingga terdengar bunyi ban yang berdecit. motor saya sempat oleng beberapa kali, untungnya saya berhasil mempertahankan keseimbangan dan tidak jatuh. Syukurlah dikiri dan kanan saya juga tidak ada mobil atau motor yang menerjang saya, karena jalanan masih sepi. Saya kemudian menepikan dulu motor ke sisi kiri, sambil mengatur nafas. Saya perhatikan pengendara yang tadi memotong jalan, ternyata dia masih saja santai mengemudikan motornya dengan perlahan seolah tidak terjadi apa-apa. Apa memang dia tidak tahu nyawa saya hampir saja melayang karena kecerobohannya? Saya membayangkan jika saja tadi motor saya sampai roboh, saya pasti terpental dan terguling-guling di aspal. Lebih parah lagi kalau ada mobil di kiri atau kanan saya melaju kencang kemudian ikut kaget dan menghantam saya. Mungkin saja saya akan berakhir di rumah sakit. Tapi untung saja itu semua tidak terjadi. Tuhan memperingatkan saya bahwa dunia ini bukan tentang kita seorang. Tapi ada banyak faktor eksternal diluar sana yang dapat membahayakan kita dan tidak dapat kita prediksi sama sekali. Semenjak hari itu saya merubah cara berkendara saya, lebih hati-hati dan aware terhadap lingkungan sekitar. Jiwa anak muda memang terkadang ego-sentris, maunya menang sendiri. Tapi ketika pola pandangnya berubah, dia jadi lebih peka terhadap lingkungan sekitar, lebih peduli terhadap sosial. Saya bersyukur, melalui kejadian tersebut Tuhan memberikan pesan kepada saya untuk lebih peduli terhadap lingkungan di sekeliling saya. Terlebih lagi, saya bersyukur saya masih dilindungi dari kecelakaan fatal di hari tersebut.

 

Mungkin memang setiap kesulitan itu dikirimkan supaya kita bersabar dan berusaha. Bukan untuk membuat kita celaka, tapi supaya kita merenung dan introspeksi diri. Jika hari ini kita masih diberi kesempatan hidup dan bernapas, artinya kita masih diberi kesempatan untuk introspeksi diri dan berubah menjadi lebih baik. Yang paling penting adalah, kita belajar dari setiap masalah dan kesulitan yang kita hadapi. Karena setiap masalah itu adalah proses bagi kita untuk menjadi pribadi yang lebih kuat, lebih siap, dan lebih bermanfaat. Jangan menyerah dengan apapun kesulitan yang kau hadapi hari ini. Tetap Optimis! Tetap Beryukur!

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *