Perubahan Era Perubahan Pola Pikir
Dunia tengah mengalami perubahan era dengan cepat. Perkembangan teknologi bergerak masif, namun demikian banyak diantara kita yang tampak tidak siap menghadapinya. Keberadaan teknologi asalnya adalah untuk membantu manusia. Supaya segala sesuatu menjadi lebih mudah dan efisien. Namun tampaknya teknologi saat ini telah menjadi candu bagi beberapa generasi yang bahkan menghabiskan lebih dari 50% hidupnya di dunia maya. Kita seringkali nyeletuk “kenapa anak sekarang begini? kenapa generasi sekarang begitu? Nggak seperti era kita dulu? Beda dengan zaman kita muda dulu?” Tanpa memikirkan apa yang menyebabkan generasi sekarang berada pada kondisi tersebut? Tentunya tidak terlahir sendirinya. Namun semua adalah karena faktor lingkungan. Bisa jadi anda juga menjadi salah satu faktor penyebab kenapa generasi saat ini menjadi seperti sekarang. Coba tengok saja, betapa banyak orang tua yang sangat peduli dengan nilai rapor anaknya, tanpa peduli bagaimana akhlak dan perangainya. Betapa banyak para wali murid gigih mengikutsertakan anaknya dalam les ini dan itu, tapi tidak pernah disentuh kecerdasan emosionalnya. Betapa banyak para orang tua yang peduli pada status prestasi dan status sosialnya tanpa memperhatikan apakah anaknya berada di jalur yang benar. Jikalau anda menganggap generasi ini mengalami penurunan, bisa jadi penyebabnya andalah yang mengalami penurunan. Pernahkah anda berpikir, bagaimana anda bisa memberikan kontribusi untuk generasi mendatang? Ataukah anda justru hanya sibuk menghabiskan uang untuk mewujudkan fantasi-fantasi pribadi anda. Sifat manusia memang dasarnya egois, dan sifat egois itulah yang akhirnya membuat generasi ini tak banyak berkembang. Hanya mementikan keberhasilan sendiri dan tidak mempedulikan kemajuan lingkungannya.
Rahasia Para Sosok Inspirator Hebat
Jika anda membaca tulisan ini setidaknya katakan pada anak-anak anda, murid-murid anda, ataupun semua generasi dibawah anda. Bahwa hidup tidak hanya mencari kesenangan di dunia. Hidup sukses itu bukan hanya sebatas harta ataupun tahta. Tapi hidup sukses yang sejati adalah memberikan manfaat kepada sesama. Lihatlah, orang-orang yang jasanya kita kenang sampai sekarang, bukanlah karena hartanya atupun pangkatnya. Tapi karena perjuangannya! Lihatlah Ki Hadjar Dewantara dan Ahmad Dahlan. Mereka berjuang dengan darah dan keringat mereka demi kemajuan pendidikan bangsa, meskipun banyak tantangan yang harus mereka lalui. Lihatlah WR Supratman yang dibungkam berkali-kali, diancam dan ditindas hingga berhasil memperdengarkan lagu Indonesia Raya Pertama kali. Lihatlah Jendral Soedirman yang melakukan pertempuran gerilya meskipun dalam kondisi sakit, bahkan nyawa menjadi taruhannya. Ingatlah Tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum, sebelum mereka sendiri yang mengubahnya. So, bangsa ini tidak akan mengalami perubahan yang berarti jika anda tidak berubah menjadi sosok seperti mereka. Sosok-sosok yang tak kenal lelah untuk memberikan kontribusi dan manfaat kepada sesama. Anda bisa menentukan haluan anda, anda bisa menjadi seperti Ki Hadjar Dewantara ataupun Ahmad Dahlan. Anda bisa menjadi seperti WR Supratman ataupun Jendral Soedirman. Jika anda bisa, maka sudah pasti generasi berikutnya akan berubah menjadi lebih baik. Akan muncul generasi-generasi hebat seperti halnya generasi yang berhasil mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia.
Mungkin tantangan yang kita hadapi sekarang tak seberbahaya mereka dulu. Mereka dipenjara, dibuang, diasingkan, disiksa. Namun yang kita tantangan yang kita hadapi sekarang justru lebih sulit, karena tantangan kita saat ini adalah kenyamanan. Saat ini mungkin banyak diantara kita yang berada pada zona nyaman. Punya penghasilan yang besar, keluarga yang mapan, bisa membeli apa yang kita inginkan, bisa menghabiskan waktu luang untuk liburan, pokoknya nyaman. Tapi kita lupa, kenyamanan itulah yang akan membuat kita dan lingkungan kita tidak berkembang. Jack Ma, pernah berhasil menjadi orang terkaya, ketika ia memilih keluar dari zona nyaman dan berinvestasi pada anak-anak muda yang menguasai teknologi. Marc Zuckerberg berhasil menjadi orang terkaya karena ia keluar dari zona nyaman mengembangkan facebook untuk bisa menghubungkan orang-orang didunia. Jika para pahlawan kita berani keluar untuk mempertaruhkan nyawa mereka, maka seharusnya kita berani keluar untuk mempertaruhkan zona nyaman kita. Keluar dari zona nyaman menuju zona pengorbanan. Karena untuk bisa bermanfaat kita harus mengorbankan waktu dan tenaga kita. Waktu-waktu luang kita di akhir pekan mungkin akan hilang. Kita harus bekerja untuk orang lain meskipun tanpa upah. Tapi sesungguhnya, jika kita menyadarinya, setiap waktu yang kita investasikan untuk kebaikan, upahnya jauh lebih besar dari sekedar uang. Tapi upahnya adalah kebahagiaan yang hakiki. Bisa memberikan manfaat kepada sekitar, terutama generasi muda, akan memberikan kebahagiaan pada diri anda. Mungkin manfaatnya tidak untuk sekarang, tapi 5 tahun atau 10 tahun lagi? atau bahkan 25 tahun lagi? Bukankah nama-nama para pahlawan itu masih kita kenang sampai sekarang? meskipun mungkin mereka telah wafat ratusan tahun lalu?
Mengikuti Jejak Para Inspirator
Saya beruntung, bertemu dengan orang-orang hebat. Mereka tak begitu populer, tak juga memiliki penghasilan yang besar, bukan juga dari keluarga yang berada atau berpengaruh. Tapi saya merasakan keberadaan mereka berhasil memberikan pengaruh yang luar biasa pada generasi muda disekitarnya. Tak hanya menjadi inspirasi, tapi juga mereka memberikan motivasi bagi generasi muda untuk bisa menjadi seperti mereka, bahkan lebih baik dari mereka. Mereka menumbuhkan semangat generasi muda untuk menjadi lebih positif dan bermanfaat. Mereka seperti tak kenal lelah, selalu tampak tersenyum meskipun saya tahu benar, hidupnya benar-benar melelahkan. Tapi saya yakin, mereka merasakan kepuasan dan kebahagiaan yang tak dapat ditukar dengan uang berapapun. So! Jika anda bertemu salah satu dari mereka, jangan ragu untuk berteman dengan mereka! jadikan mereka circlemu, orang yang akan memberikan aura positif kepadamu. Orang-orang seperti mereka yang harus anda follow dan anda tiru. Paling tidak jika anda belum bisa sehebat mereka, berusahalah memberikan pengaruh positif kepada orang-orang terdekatmu. Untuk menjadi seorang pahlawan, tak harus menyelamatkan 100 orang, namun dengan menyelamatkan 1 orang pun, anda adalah pahlawan. Jika tidak mampu menginspirasi banyak orang, paling tidak berilah inspirasi kepada satu orang, minimal jadilah inspirasi positif untuk anakmu sendiri. Bukan supaya kita dikenang, tapi supaya generasi berikutnya menjadi lebih baik. Tetap berusaha memberikan kontribusi meskipun kita hanya sebagai remah roti.
Kawan! Tetap Bersyukur! Karena di dunia ini masih banyak orang-orang yang hebat, yang terus menebarkan manfaat di muka bumi. Saatnya kita menentukan pilihan, apakah kita terus menerus bertahan di zona nyaman? Ataukah kita akan masuk ke dalam zona mereka? Menjadi orang yang menebar manfaat meskipun itu melelahkan?

Sangat inspiratif bro..
Dgn teknologi smua menjadi lebih mudah, secara tdk langsung mengikis nilai-nilai kehidupan lainnya sperti kerja keras yg mulai menurun, tidak sabaran, zona nyaman semakin menggoda yg menenggelamkan.
Semoga generasi muda menyadari bahayanya zona nyaman dan mampu melakukan perubahan kecil dr diri sendiri kemudian mampu memberikan dampak positif dilingkungannya.aamiin
Terimakasih @tibki, be grateful!