Hidup itu seperti roda, kadang di bawah kadang di atas. Atau sebagian kawan berkelakar, hidup itu kadang di bawah, kadang ndlosor. Meskipun hidup terkadang pahit dan getir, tapi kita masih saja bisa menertawakannya. Hal ini bertolak belakang, dengan sebagian orang yang hidupnya terlihat baik-baik saja, bahkan bergelimang kemewahan, tapi justru tak bisa sedikitpun tersenyum dan tertawa. Bahkan, beberapa kali kita menyaksikan, ada seorang yang kaya raya dan terkenal mengakhiri hidupnya karena merasa putus asa.
Mari kita sejenak melakukan refleksi, kita mungkin sudah memiliki pendidikan yang baik, tabungan yang cukup, prestasi dan posisi yang juga tidak buruk, tapi seringkali hati kita merasa hampa dan kosong tanpa makna. Bisa jadi yang kurang dalam diri kita adalah IKIGAI. Ikigai adalah “a reason for being”. Mengapa kita itu ada dan hidup di dunia. Dalam konsep Ikigai, manusia bisa bahagia karena empat hal yaitu : Apa yang kita Cintai (Love), Apa yang kita Kuasai (Expertise/Passion), Apa yang Bisa Menghasilkan (Income), dan Apa yang Bisa Bermanfaat bagi Sesama (Contribution). Seorang manusia akan mencapai taraf bahagia yang paripurna jika dapat menyeimbangkan ke-empat hal tersebut. Itulah yang disebut Ikigai.
Seseorang yang hidup hanya berfokus pada pendapatan (Income), mungkin dia dapat merasakan banyak kenikmatan, hidupnya pun nyaman berkecukupan, tapi besar kemungkinan dia merasakan kehampaan dalam hatinya. Itu karena tangki Love dan Contributionnya kosong. Sebaliknya orang yang dipenuhi Love dan Contribution dia akan merasakan kepuasan, kelegaan, dan kesenangan. Tapi bisa jadi ia akan merasakan kecemasan, dan kekhawatiran di masa mendatang, karena ia tidak punya cukup uang untuk bertahan dalam himpitan ekonomi. Apabila ada orang yang mendapatkan Passion dan Income yang mencukupi tetapi tidak memiliki Contribution sama sekali, mungkin ia akan merasakan kepuasan, kesenangan, tapi ia akan merasa tak berguna, karena tak mampu berkontribusi apa-apa untuk sesamanya.
Sesungguhnya, keempat hal tersebut saling terkait satu sama lain, memang penghasilan yang besar sangatlah menggoda, tapi yakinlah, hanya dengan penghasilan besar tak cukup membuat kita bahagia. Justru, dengan penghasilan yang seadanya, tapi kita bisa memberikan kontribusi bagi orang di sekitar kita, mulai dari keluarga, kerabat, dan sahabat-sahabat dekat maka kita akan mendapatkan kebahagiaan yang sejati. Love & Contribution adalah hal yang tidak dapat dipisahkan. Contribution adalah perwujudan dari Love, Love menghasilkan Contribution. Expertise juga menghasilkan Income, meskipun ada beberapa orang yang salah jurusan, dia bekerja yang penting menghasilkan uang, meskipun pekerjaannya tidak sesuai keahlian dan passionnya. Hal tersebut tidaklah salah, tapi dibandingkan orang yang bekerja sesuai dengan Expertise dan Passionnya, maka sudah pasti orang yang bekerja sesuai passion akan lebih bahagia.
So, Temukanlah Ikigai-mu!
Be Grateful!

0 Comments